Rabu, 20 Januari 2016

HUBUNGAN LATIHAN METODE BOBATH TERHADAP KESEIMBANGAN DUDUK PADA ANAK CEREBRAL PALSY SPASTIK QUADRIPLEGI DI ABDUCTION BENCH


Oleh :

Marchella Ester Hatiuron
NIM : 2015.66.115


BAB I

MASALAH


Masa pertumbuhandan perkembangan anak tentu menjadi perhatian sang orang tua sejak dalam masa kandungan sampai anak beranjak dewasa. Setiap orang tua tentu menginginkan kehidupan yang sehat bagi anaknya. Ketika individu berperan sebagai orangtua dalam kehidupan tentu kesehatan anak menjadi hal yang penting dan patut diperhatikan. Kesehatan  yang baik tentu menjadi hal yang penting dalam mewujudkan kehidupan yang didambakan setiap orang. Kesehatan merupakan faktor utama yang dibutuhkan setiap manusia untuk menjalani kesehariannya.
Kesehatan menurut World Health Organization (WHO) adalah suatu keadaan sehat jasmani, rohani, dan social secara utuh dan tidak hanya bebas dari penyakit serta kecacatan. Serta pengertian kesehatan menurut undang-undang adalah keadaan sehat, baik secara fisik, mental, spiritual maupun sosial yang memungkinkan setiap orang untuk hidup produktif secara sosial dan ekonomis. (Sumber : Undang-Undang Kesehatan nomor 36 Tahun 2009).


Berdasarkan definisi kesehatan dapat disimpulkan bahwa kesehatan mencakup seluruh aspek kehidupan dan tidak hanya sekedar bebas dari penyakit.Oleh karena itu menjadi hal yang sangat penting untuk memperhatikan seluruh aspek yang mendukung maupun yang mempengaruhi pertumbuhan dan perkembangan anak. Perkembangan otak sangat mempengaruhi pertumbuhan anak nantinya. Struktur otak lengkap dengan fungsinya berkembangan sesuai stimulus. Anak bertambah besar, tinggi, lebar sesuai bertambahnya usia sehingga apabila perkembangan otak terganggu tentu akan menimbulkan gangguang fungsi dan pertumbuhan pada anak. Namun tetap saja tidak dipungkiri masih banyak terjadi masalah pada proses pertumbuhan dan perkembangan anak.
Cerebral palsymerupakan salah satu masalah dalam tahap tumbuh kembang anak yang sering ditemukan. Cerebral palsy merupakan kelainan atau kerusakan pada otak yang bersifat non-progresif yang terjadi pada proses tumbuh kembang (Sumber : Miller, Freeman, 2004). Kelainan atau kerusakan tersebut dapat terjadi pada saat di dalam kandungan (pre-natal), selama proses melahirkan (natal), atau setelah proses kelahiran (post-natal). Cerebral palsy dapat mengakibatkan gangguan sikap (postur), kontrol gerak, gangguan kekuatan otot yang biasanya disertai gangguan neurologik berupa kelumpuhan, spastik, gangguan basal ganglia, cerebellum dan kelainan mental (mental retardation) (Sumber :Dorlan, 2005). American Academy for Cerebral Palsy mengemukakan klasifikasi CP sebagai berikut : klasifikasi neuro motorik yaitu spastic, atetosis, rigiditas, ataxia, tremor dan mixed. Klasifikasi distribusi topografi keterlibatan neuromotorik : diplegia, hemiplegia, triplegia, quadriplegia (Sunusi dan Nara, 2007).
Cerebral Palsy Spastic Quadriplegi merupakan tipe yang akan dibahas lebih lagi oleh penulis, yakni gangguan postur dan kontrol gerakan yang bersifat non progresif yang disebabkan oleh karena lesi atau perkembangan abnormal pada otak yang sedang tumbuh atau belum selesai pertumbuhannya yang ditandai dengan meningkatnya reflek tendon, stertch reflek yang berlebihan, hiperkontraktilitas otot pada keempat ekstremitas (Sumber :AANA journal, John Aker, 2007). Permasalahan utama yang dialami oleh penderita cerebral palsy spastik quadriplegi adalah adanya gangguan distibusi tonus postural (spastisitas) pada keempat ektremitas, gangguan postural control, adanya serta gangguan keseimbangan yang menyebabkan penderita mengalami gangguan fungsional.
Keseimbangan tentu sangat dipengaruhi oleh postural kontrol seseorang. Postural control meliputi kontrol terhadap posisi tubuh dan berfungsi untuk stabilitas dan orientasi tubuh seseorang. Keseimbangan merupakan interaksi yang kompleks dari integrasi atau interaksi sistem sensorik (vestibular, visual dan somatosensorik termasuk proprioceptor) dan musculoskeletal (otot, sendi dan jaringan lunak lain) yang dimodifikasi atau diatur dalam otak (control motorik, sensorik, basal ganglia, cerebellum, area asosiasi) sebagai respon terhadap perubahan kondisi internal dan eksternal.
Fisioterapi merupakan salah satu disiplin ilmu dan bagian dari tenaga kesehatan yang mempunyai peran untuk mewujudkan derajat kesehatan yang optimal, intervensi yang diberikan adalah yang berhubungan dengan gerak dan fungsi. Fisioterapi merupakan suatu bentuk pelayanan kesehatan yang ditujukan kepada individu dan atau kelompok untuk mengembangkan, memelihara dan memulihkan gerak dan fungsi tubuh sepanjang rentan kehidupan  dengan menggunakan penanganan secara manual, peningkatan gerak, peralatan (fisik, elektroterapeutis, dan mekanik), pelatihan fungsi dan komunikasi (Sumber : Permenkes Nomor 80 Tahun 2013 Pasal 1 ayat 2).
Dalam menghadapi permasalahan ini tentu fisioterapi mempunyai peran penting yaitu memberikan pelayanan secara optimal pada tahapan tumbuh kembang anak. Terutama dalam melatih kemampuan fungsional dalam keseimbangan duduk pada anak penderita cerebral palsy spastik quadriplegi agar mengurangi ketergantungan terhadap orang lain dengan berbagai metode, salah satunyadengan menggunakan metode Bobath. Metode ini dikembangkan oleh Karel Bobath dan istrinya Bertha Bobath pada tahun 1992 berdasarkan konsep bahwa hipertonus yang disebabkan oleh kelumpuhan otak terjadi akibat adanya aktivitas reflek postural yang tidak normal.

Berdasarkan hal diatas maka penulis akan membahas lebih dalam lagi mengenai cerebral palsy spastik quadriplegi dalam kaitannya dengan keseimbangan Dalam memenuhi tugas filsafat yang diberi judul : “HUBUNGAN LATIHAN DI ABDUCTION BENCH DENGAN METODE BOBATH TERHADAP KESEIMBANGAN DUDUK PADA ANAK CEREBRAL PALSY SPASTIK QUADRIPLEGI”.